Manfaat Kedelai dan Kandungan Gizinya ~ Putra Gantiwarno
Selamat datang, terima kasih atas kunjungannya. Salam perdamaian

Manfaat Kedelai dan Kandungan Gizinya

Image result for kedelaiManfaat Kacang Kedelai (Soybeans) – Kacang kedelai ialah salah satu jenis polong-polongan yang memiliki kandungan nutrisi yang begitu baik untuk tubuh. Di Indonesia banyak sekali olahan kacang kedelai contohnya seperti tahu, tempe, hingga susu kedelai. Bahkan di beberapa negara seperti Cina dan Jepang, kedelai di jadikan sebagai salah satu makanan yang sering di konsumsi penduduknya. Hasilnya bisa Anda lihat, tingkat kesehatan negara tersebut memang jauh lebih tinggi. Sebenarnya apa kandungan gizi dari kacang kedelai ini?

Kandungan Gizi Kacang Kedelai

Selain dikonsumsi begitu saja, kedelai juga biasa dijadikan sebagai makanan olahan. diantaranya tempe, tahu, susu kedelai, kecambah (tauge), tauco, kembang tahu, oncom, kecap dan lain sebagainya. Kacang kedelai ternyata memiliki banyak sekali kandungan gizi.
Lemak, kacang kedelai sendiri memiliki kandungan lemak, namun kandungan lemak yang berada di dalamnya adalah lemak tak jenuh seperti asam linolenat serta asam omega 3. Istimewanya ialah hadirnya omega 3.
Protein, kedelai sangat kaya dengan kandungan protein. Kandungan protein nabati yang ada di dalam kedelai ini sangat di sarankan untuk para vegetarian. Fungsi protein ini sangat penting untuk membantu membangun sel yang ada di tubuh.
Serat, mungkin kita berfikir serat hanya terdapat di dalam buah-buahan, namun pada kenyataannya kedelai memiliki 8 gram serat, namun untuk kedelai yang telah mengalami masa pengolahan.
Kalsium, kedelai merupakan sumber kalsium yang sangat baik bila Anda bandingkan dengan berbagai kacang-kacangan yang lainnya. Akan tetapi pengolahan kedelai juga mampu mempengaruhi kandungan kalsium.
Lechitin, ia akan menghasilkan senyawa choline. Senyawa ini sangat berguna untuk metabolisme tubuh, bahkan zat choline akan membantu metabolisme lemak yang sering tersendat di hati. Choline ini akan melindungi organ hati.
Selain itu, kacang kedelai juga merupakan makanan sumber vitamin A, vitamin B kompleks, dan vitamin E, serta fosfor, magnesium, juga zat besi. Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat pada table kandungan gizi kacang kedelai (Soybeans) di bawah ini:
Tabel Kandungan Gizi dalam 100 gram Kacang Kedelai
Energi 286 kal
Protein 30,2 g
Lemak 15,6 g
Karbohidrat 30,1 g
Serat 4,9 g
Kalsium 196 mg
Fosfor (506) mg
Besi 6,9 mg
Vitamin A 95 IU
Vitamin B1 0,93 mg
Vitamin C
Air 20 g
(Sumber: Menu Sehat)

Manfaat Kacang Kedelai bagi Kesehatan

Berikut ialah manfaat kesehatan yang mampu Anda peroleh dari kedelai, seperti:

  1. Meningkatkan metabolisme. Kedelai ialah sumber protein nabati yang sangat tinggi. Bila Anda mempunyai protein yang sangat cukup di tubuh, fungsi metabolisme pun akan meningkat jauh lebih besar. Protein sendiri ialah blok yang berfungsi sebagai pembangun sel serta pembuluh darah.
  2. Diet sehat. Bagi Anda yang ingin menurunkan berat badan secara sehat, Anda boleh mencoba kacang yang satu ini, kedelai mampu mengurangi nafsu makan, sehingga akan membantu Anda untuk mengurangi kebiasaan makan yang berlebihan.
  3. Pencegah kanker. Kacang kedelai memiliki kandungan antioksidan sehingga baik untuk mengurangi risiko berbagai macam kanker. Salah satunya adalah kanker payudara. Antioksidan yang dimilikinya juga bermanfaat untuk menetralisir radikal bebas. Radikal bebas ini mampu menyebabkan sel sehat bermutasi menjadi sel kanker.
  4. Menjaga kesehatan jantung. Kedelai sebenarnya memang memiliki kandungan lemak, namun bukan lemak jenuh, makanan yang memiliki kandungan lemak tidak jenuh akan membantu menurunkan kolesterol yang berlebih.
  5. Menopause. Ketika wanita menginjak menopause, kadar estrogen yang berada di dalam tubuhnya akan mengalami penurunan secara signifikan. Kacang kedelai akan mampu menurunkan gejala menopause seperti mood yang berubah secara drastis, lebih lapar. Menopause ini bisa menjadi masa yang begitu traumatis untuk banyak wanita, namun pengonsumsian kedelai bisa menjadi cara jitu untuk mengatasi transisi ini.
  6. Osteoporosis. Kandungan kalsium yang tinggi menjadikan kedelai sebagai salah satu makanan untuk menguatkan tulagn dan mencegah pengeroposan yang dikenal sebagai osteoporosis. Selain itu, kedelain mengandung Fitoestrogen yang berfungsi memperkuat tulang. Serta kandungan proteinnya mencegah pengeluaran kalsium lewat urine.
  7. Mencegah anemia. Tempe merupakan salah satu olahan kedelai yang kaya gizi dan manfaat. Salah satu manfaatnya adalah mencegah anemia atau kekurangan sel darah merah. Hal ini karena selain kandungan zat besi tempe juga mampu meningkatkan aktivitas vitamin B12 yang berperan dalam pembentukan sel-sel darah merah.
  8. Diabetes melitus. Kandungan serat, vitamin B kompleks, serta kandungan asam aminonya membuat kedelai menjadi makanan sempurna untuk penderita diabetes. Kandungan seratnya juga ikut membantu mengendalikan kadar gula darah.
  9. Menyehatkan pencernaan. Kandungan serat dalam kacang kedelai dan produk olahannya membantu kontraksi otot perut sehingga mencegah sembelit. Kandungan antibakterinya juga dapat mencegah diare.
  10. Anti aging. Sebagai makanan yang kaya serat, kacang kedelai mengandung banyak antioksidan. Jika dikonsumsi secara teratur dapat mencegah penuaan dini. Tapi harus dibarengi dengan gaya hidup sehat dan olahraga rutin.
  11. Manfaat lain. Kacang kedelai juga mengandung magneisum yang berfungsi mengatur tekanan darah. Kandungan fosfornya juga berfungsi untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi.

Perhatian: Kacang kedelai yang mengandung purin sedang (50 – 100 mg)/100 g hendaknya dikonsumsi dalam jumlah sedang-sedang saja karena dapat mengakibatkan asam urat.
Bagaimana? Masih ragu dengan manfaat yang dimiliki oleh kacang kedelai? Kedelai sendiri dianggap sebagai salah satu protein yang sangat lengkap. Hal ini dikarenakan karena adanya kandungan asam amino esensial yang berada di dalamnya. Jadi, sudah jelas bukan jika kacang ini selain enak juga sangat menyehatkan untuk tubuh. Kacang kedelai ini baik tidak hanya untuk mereka yang ingin melakukan diet atau masa transisi menopause.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More